Oleh : Muhammad Fakhryrozi

Beberapa waktu belakangan ini kita dibuat bosan dengan pemberitaan media massa mengenai skandal video mesum artis yang sebegitu menghebohkannya.Dari pagi hingga malam,nama-nama orang yang terlibat tidak henti-hentinya disebut-sebut.Kejadian ini tentunya memukul habis harga diri kita sebagai bangsa bermartabat dimata dunia.Terlebih bangsa kita adalah bangsa yang katanya dikenal sebagai relijius dan menjunjung tinggi etika ketimuran.Kejadian yang menjadi sensasi ini bisa jadi merupakan cerminan hancurnya nilai-nilai moral dalam hati masyarakat kita saat ini.

Terkait dengan fakta degradasi moral diatas  data kehamilan remaja di Indonesia menunjukkan hamil di luar nikah karena diperkosa sebanyak 3,2 %; karena sama-sama mau sebanyak 12,9 % dan tidak terduga sebanyak 45 %. Seks bebas sendiri mencapai 22,6 %.Demikian adalah secuil bukti mengenai gambaran kondisi moral bangsa kita terutama dikalangan remajanya.

Isu aktual lainnya yang masih terkait dengan degradasi moral bangsa adalah tindak pidana korupsi yang semakin menggila dan menggurita.Kasus terbongkarnya korupsi berjamaah di tubuh Polri menjadi fenomena yang seakan menusuk-nusuk nurani kita.Betapa tidak institusi kepolisian yang seharusnya menjadi institusi bersih,berwibawa dan tegas menindak kejahatan dan membela kebenaran malah mementaskan hilangnya rasa malu dan mempertontonkan kerakusan yang menjijikan.

Belum ditambah lagi dengan tingginya angka kriminalitas bangsa kita saat ini.Tahun 2009 tercatat terjadi 302.015 tindak pidana kriminal.Di beberapa kota di Jawa Barat kekerasan yang dilakukan geng motor kembali marak.Tindak pidana pencurian,pembunuhan dan pelecehan seksual masih marak.Pencurian dan penipuanpun kini semakin canggih.

Menjadi ironi ketika bangsa Indonesia yang dianggap sebagai bangsa relijius dan memilki jumlah penganut Islam terbanyak didunia malah menjadi subjeknya.Dari 223 juta jiwa penduduknya 80% lebihnya beragama Islam serta terdapat 700 ribu masjid dan jutaan mushala  negara ini.Padahal ajaran-ajaran Islam justru sangat antithesis dengan kondisi-kondisi tersebut.Dalam Islam zina adalah perbuatan haram dan harus diganjar dengan hukuman dunia yang berat yaitu hukuman mati.Kejujuran juga merupakan nilai yang teramat dijunjung tinggi dalam Islam sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang pernah digelari masyarakat sebagai al-Amin (Yang dapat dipercaya).

Dalam ajaran Islam terdapat konsepsi hablum minallah dan hablumminannas.Dimana seorang muslim tidak hanya dituntut menyempurnakan kesalehan individunya dalam hal ini yang terkait dengan hal-hal yang bersifat ritual saja namun dalam mengmplementasikannya dalam konteks bermasyarakat juga.Disinilah kesalehan sosial menampakan urgensinya.

Bulan Ramadhan yang sesaat lagi akan kita jelang perlu menjadi momen dimana segenap elemen bangsa memfokuskan perhatiannya pada pembinaan masyarakat (tarbiatul ummah) di bulan ini.Sebagaimana tujuan dari ibadah puasa di bulan ini yaitu menciptakan insan taqwa,maka ketaqwaan individu yang bertransformasi menjadi ketaqwaan sosial diharapkan dapat menjadi solusi bagi berbagai fenomena degradasi moral di masyarakat.

Sholat didalam Al Qur’an merupakan garansi bagi tercegahnya pelaku yang melaksanakannya dari perilaku keji dan munkar.Sehingga sudah seharusnya dalam perspektif spiritual masyarakat yang baik sholatnya adalah masyarakat yang rendah kriminalitasnya dan degradasi moralnya.Tentunya hal ini dapat terjadi manakala sholat dijalankan dengan khusyu’,bersungguh-sungguh dan dijalankan dengan banar kaidah-kaidahnya.Orang yang sholat adalah mereka yang secara rutin berkontemplasi dan meredakan gejolak hawa nafsunya serta selalu mengingat-Nya.Dengan selalu mengingat-Nya mereka akan takut pada larangan-larangan-Nya dan menjaga ajaran-ajaran-Nya yang mulia.

Puasa dengan segala kesibukan aktifitas ritualnya diharapkan dapat mendidik masyarakat mengendalikan gejolak nafsunya.Baik nafsu amarah,nafsu birahi,dan nafsu untuk memanipulasi dan memakan makanan haram.Pelajaran menahan diri ini merupakan esensi yang sangat penting bagi pembinaan kesalehan sosial.Tidak heran fakta menunjukkan dengan hadirnya bulan Ramadhan tingkat kriminalitas dapat ditekan.

Agar efektif,seluruh elemen harus kompak memanfaatkan momen ini.Beberapa diantara pihak-pihak yang strategis dalam pembinaan masyarakat ini adalah institusi pendidikan dengan program-programnya yang disesuaikan dengan bulan Ramadhan,tokoh-tokoh masyarakat dengan keteladanannya,tokoh-tokoh agama dengan ilmu keagamaannya,serta pemerintah dengan kebijakannya.Kebijakan menutup tempat-tempat maksiat selama bulan Ramadhan merupakan itikad baik untuk membantu memperlancar penempaan kesalehan sosial di bulan Ramadhan.

Peran strategis lainnya yang perlu diperhatikan adalah peran masjid.Masjid dalam sejarahnya memiliki peran sebagai pusat aktifitas pambinaan umat.Masjid bukan sekedar tempat melakukan aktifitas ritual semata namun masjid adalah pusat peradaban.Masjid merupakan madrasah tempat pembinaan ilmu-ilmu keagamaan.Dengan adanya syari’at sholat berjama’ah di masjid juga dapat menjadi sarana menjaga kohesi sosial dalam masyarakat yang akan membangun kerukunan dan silaturrahmi masyarakat.Masjid juga dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi dan pendidikan dengan dibangunnya Baitul Mal wa Tamwil,atau lembaga amil zakat serta taman kanak-kanak Al Qur’an.Optimalisasi pemberdayaan masjid melalui manajemen yang modern dan rapi serta program-program yang intensif di bulan Ramadhan amat penting dalam membentuk kesalehan sosial.

Instrumen lain dalam bulan Ramadhan yang menjadi sarana pembinaan umat adalah zakat fitrah.Zakat fitrah adalah sarana edukasi kepedulian sosial bagi masyarakat.Dengan ditunaikannya zakat fitrah diharapkan masyarakat juga tertarik untuk menunaikan zakat mal yang diketahui memilki dampak sangat besar bagi perbaikan ekonomi makro.Hal ini akan menjauhkan masyarakat dari sifat kikir dan rakus.Sifat kikir dan rakus seringkali merupakan cikal bakal hasrat dalam melakukan korupsi.

Dengan adanya gerak bersama semua pihak optimalisasi bulan Ramadhan sebagai momen penempaan kesalehan sosial dapat berjalan dengan baik.