Oleh : Muhammad Fakhryrozi

Seperti telah diketahui sektor UKM kini telah menjadi katup penyelamat bagi perekonomian nasional dari bahaya bertambahnya angka pengangguran.Lanskap perekonomian nasional yang semakin kesini semakin stabil mendorong menjamurnya UKM di Indonesia.Salah satu isu yang kini cukup hangat terkait melejitnya UKM di Indonesia adalah mengenai industri kreatif.

Wakil Presiden Boediono dalam sambutannya di sebuah acara mengenai industri kreatif di Jakarta Juni lalu mengatakan “Kekuatan ekonomi pada sumber daya alam suatu saat akan habis,” ujarnya. “Sumber daya manusia itu bukan fisik, tapi kreatiftas”.Sektor industri kreatif yang merupakan sebagian besar dari bentuk-bentuk UKM yang ada di Indonesia dalam beberapa tahun kebelakang menjadi ujung tombak bagi penyerapan tenaga kerja dan merealisasikan kemajuan sektor riil.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu memaparkan pangsa pasar industri kreatif memberikan sumbangan 7,6 persen kepada produk domestik bruto Indonesia. Pangsa pasar ini sumbangan dari fasion, kerajinan, periklanan, desain, musik, penerbitan dan percetakan. Ia menargetkan, kenaikan kontribusi industri rkeatif terhadap PDB minimal 8 persen. “Kalau ekonomi kita tumbuh luar biasa 9 persen pada 2015,” ujarnya (Tempo Interaktif,26/06/10).Industri kreatif memainkan peran strategis kedepannya.

Dalam industri kreatif kita mengenal istilah kota kreatif.Kota kreatif adalah kota yang didalamnya masyarakatnya mengartikulasikan kehidupan sehari-hari mereka dengan bersumber dari ide-ide kreatif.Dalam bukunya “The Rise of Creative Class”,Richard Florida salah satu pencetus istilah ekonomi kreatif mengatakan dalam kota-kota kreatif yang harus dikembangkan bukan sekedar iklim bisnisnya namun “iklim orang-orang”.Artinya kota kreatif adalah kota dimana didalamnya dibangun atau tidak sengaja terbangun berbagai infrastruktur,fasilitas dan atmosfer yang mendukung iklim kreatif dari manusia-manusianya.Jika dilihat dari perspektif ekonomi, kota kreatif merupakan kota dimana yang menjadi stimulus dari proses produksi bukan sekedar investasi namun lebih kepada daya kreatifitas yang didukung oleh penciptaan iklim kreatif.Ekonomi berbasis industri kreatif bukan berarti dapat bertahan tanpa didukung modal,namun relatif lebih low cost.

Dalam kota kreatif kemampuan sebuah kota untuk menciptakan nilai tambah ditentukan oleh sejauh mana proses kreatif masyarakatnya bukan sebanyak apa sumber daya fisik di kota itu.Sehingga sebuah kota yang miskin sumber daya terutama sangat cocok untuk mengembangkan industri kreatif.Dapat dikatakan sejauh mana proses kreatif ini akan membawa pada sejauh mana tingkat kontribusinya bagi perekonomian dan pada gilirannya kesejahteraan.

Dari perspektif manajemen strategis,kota kreatif memiliki competitive advantages berupa daya kreatifitas yang dihasilkan dari proses berpikir manusianya.Hal ini dapat membawa kota itu unggul dan kompetitif baik ditingkat lokal maupun internasional. Membumikan budaya kreatif merupakan proses kultural yang tidak sengaja dibentuk atau senagaja dibentuk melalui proses dan memakan waktu.Sehingga proses kreatif itu sendiri merupakan core competencies yang akan sulit diimitasi oleh masyarakat lain yang belum meniti proses membumikan budaya kreatif.Hal ini juga sangat penting terutama dalam meningkatkan daya saing menghadapi globalisasi.Keunggulan lain dari gagasan kota kreatif adalah tejadinya pembangunan kemandirian ditingkat lokal terkait dengan pengembangan entrepreneurship masyarakat.

Bandung merupakan kota yang secara sadar warganya berusaha mengembangkan kotanya menjadi kota kreatif.Insan-insan kreatif di kota ini berkumpul dan bergabung kedalam komunitas-komunitas.Tidak heran komunitas-komunitas kreatif menjamur di kota ini.Mulai dari komunitas yang spesifik seperti komunitas genre musik tertentu hingga komunitas kreatif dalam bidang yang lebih umum.Beberapa diantara produk-produk kreatif dari kota Bandung diantaranya fashion,kuliner,art craft,musik,visual art,penerbitan,percetakan serta desain grafis.Produk-produk kreatif kota Bandung cukup digemari terutama oleh generasi muda dari kota-kota diluar Bandung.Bandung terkenal akan produk-produk fashion dalam distro-distronya.Selain itu terkenal juga dengan kreatifitas musik indienya.

Menurut Edi Siswadi Sekretaris Daerah Kota Bandung,industri kreatif di Kota bandung telah menyerap 400.000 tenaga kerja (Kompas 5/1/2010).Masih menurut Edi,dalam dua kali pameran industri kreatif dapat dihasilkan pendapatan hingga 15 miliar rupiah,sebuah nilai yang tidak kecil.Dana APBD Kota Bandung-pun pada tahun 2010 yang sebesar Rp 2,6 triliun dialokasikan sebesar 10% untuk sektor ini.

Gairah masyarakat Kota Bandung untuk meningkatkan perekonomiannya dengan menjadikan kotanya sebagai kota kreatif layak dicontoh oleh kota-kota lain di Indonesia yang memajukan kotanya dengan basis ekonomi alternatif ini.

Sebagaimana disinggung diatas bahwa kota kreatif bertumpu pada pengembangan “iklim orang-orang” maka tantangan untuk mengembangkan kota kreatif adalah membangun stimulus bagi masyarakat untuk melakukan proses kreatif secara nyaman.Sebagaimana yang sedang dilakukan oleh Pemkot Bandung,dilakukan pembangunan sarana dan infrastruktur penunjang proses kreatif seperti pembangunan ruang-ruang publik kreatif .Contoh ruang-ruang publik ini adalah taman-taman kota.Taman kota dalam kota kreatif bukan sekedar pemanis ruang namun merupakan city software yang menstimulus lahirnya ilham serta atmosfer mengembangkan kreatifitas.

Proses kreatif erat kaitannya dengan penyerapan informasi maka dari itu penyediaan akses internet bagi masyarakat amat menunjang untuk membangun kota kreatif.Proses pembuatan regulasi jangan sampai menghambat proses kreatif.Industri kreatif sekalipun low cost idealnya tetap didukung oleh suplai modal yang memadai.Selanjutnya paradigma industri kreatif untuk meningkatkan perekonomian jangan sampai malah menghilangkan esensi kreatifitas itu sendiri yang murni hasil artikulasi ide dan daya pikir.Industrialisasi jangan sampai menggerus kemurnian seni dari para seniman industri kreatif.Gagasan tentang kota kreatif amat berprospek untuk membangun kemandirian dan berkontribusi bagi ekonomi bangsa.