Berikut sambungan kultwit tentang #meritokrasi yang baru sempat saya post-kan di blog padahal kultwit ini sudah saya buat di twitter pada 13 Januari.. Semoga nanri lebih serius dan dispilin lagi dalam membagi knowledge via dunia maya..🙂 SIlahkan jika menemukan ketidakcocokan dikritisi mari berdikusi, saya sendiri masih sangat awam dan harus banyak belajar. Semoga yg berikut ini bermanfaat🙂

 

Selamat malam tweeps kalau berkenan sila simak kultwit #meritokrasi bagian kedua.. Semoga bermanfaat🙂

Malam Sabtu santai seperti ini mohon maaf kalau TL diramaikan kultwit kepemimpinan. Hanya bermaksud sharing pengetahuan🙂 #meritokrasi

Ok mulai skarang di tiap tweet kultwit diawali nomor, tidak seperti sebelumnya, ok lanjut🙂 #meritokrasi

1. Sebelumnya kita bicara bahwa tidak adanya inisiatif menjadikan diri pemimpin akan melahirkan “pemimpin proses struktural”. #meritokrasi

2. Pemimpin proses struktural cenderung mengabaikan kemampuan, pendekatan yg diambil adalah yg punya koneksi “keatas” yg menang #meritokrasi

3. Di tengah masyarakat yg semakin menjunjung tinggi modernitas, kepemimpinan model ini semakin tidak menjawab tantangan. #meritokrasi

4. Yg nampak tidak ambisius justru seringkali mereka yg menyimpan ambisi pribadi dan nafsu berkuasa lebih besar. #meritokrasi

Kepemimpinan proses struktural yg paternalistik ini tidak sejalan dengan spirit demokrasi yg satu sama lain serba sejajar. #meritokrasi

Kita lihat misalnya parpol2 di Ind. banyak bergaya paternalistik dimana ketua dewan pembina, ketua umum, ketua majlis syuro.. #meritokrasi

..bgitu besar pengaruhnya seolah parpol milik mereka, walhasil kader yg melesat karirnya a/ yg dapat duduk di kaki sang ketua. #meritokrasi

8. Sori, tadi nomornya terputus, sambung di nomor 8 yah..🙂 #meritokrasi

9.Budaya struktural ini sudah terinternalisasi sejak dini. Misal saat pemilihan ketua murid di SD, jrg yg berani ajukan diri. #meritokrasi

10. Jrg yg berani berdiri dihadapan kelas dan berkata siap menjadi ketua kelas seandaianya diserahi tanggung jawab itu. #meritokrasi

11. Salah satu konsekuensi kepemimpinan adalah “taking responsibility”, mengambil tanggung jawab. #meritokrasi

12. Nmun budaya di kita bnyak pmimpin yg justru mengelak dari tgg jwb. Ada masalah jln berlubang, dia blg itu bukan tgg jwb sy. #meritokrasi

13. Sederhana mengapa para pemimpin itu mengelak dari tgg jwb karena mereka ditunjuk seseorang/sgelintir org utk menjabat. #meritokrasi

14. Bahkan sbagian mreka menjabat posisi pemimpin karena senioritas yg sdah dia lalui dari bawah.Rasa tgg jawab semakin menipis #meritokrasi

15. Posisi yg mreka peroleh mrupakan pemberian dn bkan yg mreka ambil shingga mreka siap brtgg jwb utk smua tgg jwb yg ada #meritokrasi

Ok tweeps tuk smentara skian ttg #meritokrasi, kalau brkenan sila simak kelanjutannya nanti. Sekian dulu utk malam ini,thnx yg udh nyimak🙂